Samarinda (ANTARA News) - Dua terduga teroris, Juardi dan Faisal yang ditangkap tim Densus 88 di Jalan Mulawarman Desa Loa Duri Kecamatan Loajanan, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, tidak pernah berinterasi dengan warga sekitar.

"Keduanya jarang berkumpul apalagi mengobrol dengan warga. Mereka hanya tersenyum jika berpapasan dengan warga," ungkap salah seorang warga, Jamilah, Minggu dinihari.

Jamilah yang tengah menonton televisi di ruang tengah rumahnya saat penggerebekan berlangsung mengatakan, baru tahu jika salah satu yang ditangkap sejumlah orang berpakaian hitam dengan membawa senjata laras panjang tersebut bernama Faisal.

"Selama ini, kami hanya memanggilnya pa`le dan yang kami tahu dia mengontrak di rumah Juardi. Dia bersama istrinya tinggal di rumah itu sekitar enam bulan dan kami juga tidak tahu dari mana asalnya," kata Jamilah.

Namun, baik Juardi maupun Faisal kata dia memiliki penampilan yang sama, yakni kerap memakai sarung.

"Juardi sudah bertahun-tahun tinggal disini (Jalan Mulawarman) dan telah memiliki dua orang anak. Istri Juardi kami sering panggil bu Asih namun kami tidak tahu nama istri Faisal karena hanya keluar rumah saat akan berbelanja," ungkap Jamilah.

Namun, baik Juardi maupun Faisal kata warga dikenal cukup ramah.

"Mereka cukup ramah dan sering tersenyum jika bertemu dengan warga. Tapi, keduanya tidak pernah mau berkumpul dengan warga lainnya," kata warga lainnya Yuliati yang rumahnya hanya berjarak satu rumah dari rumah milik Juardi.

Sebelum ditangkap, Juardi dan Faisal kata Yuliati baru pulang dari kampung halamannya di Jawa.

"Mereka baru pulang tadi pagi dan siangnya langsung ditangkap. Katanya, mereka baru pulang dari Jawa namun kami tidak tahu tepatnya dia berasal dari Jawa mana," katanya.


Sering Bepergian

Kedua orang terduga teroris tersebut kata warga, kerap bepergian hingga beberapa hari.

"Mereka sering pergi hingga dua minggu namun kami tidak tahu kemana perginya. Kami juga tidak tahu kapan mereka pergi dan pulangnya sebab tiba-tiba saja mereka tidak ada namun beberapa hari kemudian muncul. Kami tahu kalau Juardi dan Faisal ada saat mereka pergi ke masjid," kata Sujiono.

Bahkan lanjut Sujiono, kehadiran Faisal di rumah Juardi tidak pernah dilaporkan ke Ketua RT setempat.

"Faisal sudah tinggal di rumah Juardi sekitar enam bulan namun tidak pernah melapor ke Ketua RT. Kami juga baru tahu namanya faisal setelah ditangkap sebab selama ini tidak pernah ada yang tahu namanya karena jarang berinteraksi dengan warga, kecuali kalau ke masjid dia hanya lewat dan tersenyum. Sementara Juardi memang warga disini," ungkap Sujiono.  (ANT/K004)